Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

MEMAKNAI SEBUAH KEIKHLASAN

             Barangkali kisah ini sering kali kita baca namun ada baiknya saya sampaikan semoga ada manfaat. Nama-nama dalam kisah ini adalah fiktif, tidak ada terhubung dengan seseorang atau sebuah keluarga. Bila ada kesamaan, hanyalah sebuah kebetulan. Alkisah pasangan suami-istri, Juki dan Parmi, hidup rukun walaupun hidupnya pas-pasan. Suatu hari Juki ingin berkunjung kepada seorang Guru yang telah memberikan ilmu tentang kehidupan; ilmu agama.  Di samping berniat silaturrahmi, dia juga ingin minta nasehat/ petuah untuk menambah wawasan tentang agama dan kehidupan.  Dia sampaikan keinginannya itu kepada Parmi. Dan Parmi-pun berniat untuk ikut bersilaturrahmi. Namun ada hal yang menjadi masalah yaitu mereka tidak memiliki sesuatu yang dibawa sebagai oleh-oleh. Jangankan untuk membeli oleh-oleh, untuk makan saja dia harus menumbuk Gaplek (singkong yang telah dikeringkan) kemudian diolah dengan cara tertentu menjadi nasi tiwul. ...

IBUKU DENGAN SATU MATA

Ibuku hanya mempunyai satu mata. Aku membencinya karna bagiku, dia adalah perempuan yang sangat memalukan. Dia hanya bekerja sebagai juru masak di sekolah untuk murid dan guru demi menafkahi kebutuhan keluarga. Pada suatu hari ketika aku di Sekolah, ibuku datang menghampiri dan menyapaku. Aku sangat malu dan marah. Beraninya dia melakukan hal ini kepadaku. Aku mengingkarinya, memandangnya dengan penuh kebencian lalu aku berlari menjauhinya. Hari berikutnya saat di sekolah, salah satu teman kelasku berkata, "EEEE, ternyata Ibumu hanya punya satu mata, ya?!" Aku berusaha mengubur gejolak perasaanku. Kemudian aku mencari ibuku untuk menumpahkan segalanya. Lalu aku memakinya dengan berkata,  “Kalau kamu hanya membuatku malu, kenapa kamu tidak mati saja?!!!”  Ibuku hanya diam seribu kata !!! Aku bahkan tidak mau berpikir kedua kali atas apa yang telah ku ucapkan, karena aku sangat marah kepadanya. Aku melupakan perasaannya dan aku segera keluar dari rumah. Aku belajar sangat...