Postingan

MEMAKNAI SEBUAH KEIKHLASAN

             Barangkali kisah ini sering kali kita baca namun ada baiknya saya sampaikan semoga ada manfaat. Nama-nama dalam kisah ini adalah fiktif, tidak ada terhubung dengan seseorang atau sebuah keluarga. Bila ada kesamaan, hanyalah sebuah kebetulan. Alkisah pasangan suami-istri, Juki dan Parmi, hidup rukun walaupun hidupnya pas-pasan. Suatu hari Juki ingin berkunjung kepada seorang Guru yang telah memberikan ilmu tentang kehidupan; ilmu agama.  Di samping berniat silaturrahmi, dia juga ingin minta nasehat/ petuah untuk menambah wawasan tentang agama dan kehidupan.  Dia sampaikan keinginannya itu kepada Parmi. Dan Parmi-pun berniat untuk ikut bersilaturrahmi. Namun ada hal yang menjadi masalah yaitu mereka tidak memiliki sesuatu yang dibawa sebagai oleh-oleh. Jangankan untuk membeli oleh-oleh, untuk makan saja dia harus menumbuk Gaplek (singkong yang telah dikeringkan) kemudian diolah dengan cara tertentu menjadi nasi tiwul. ...

IBUKU DENGAN SATU MATA

Ibuku hanya mempunyai satu mata. Aku membencinya karna bagiku, dia adalah perempuan yang sangat memalukan. Dia hanya bekerja sebagai juru masak di sekolah untuk murid dan guru demi menafkahi kebutuhan keluarga. Pada suatu hari ketika aku di Sekolah, ibuku datang menghampiri dan menyapaku. Aku sangat malu dan marah. Beraninya dia melakukan hal ini kepadaku. Aku mengingkarinya, memandangnya dengan penuh kebencian lalu aku berlari menjauhinya. Hari berikutnya saat di sekolah, salah satu teman kelasku berkata, "EEEE, ternyata Ibumu hanya punya satu mata, ya?!" Aku berusaha mengubur gejolak perasaanku. Kemudian aku mencari ibuku untuk menumpahkan segalanya. Lalu aku memakinya dengan berkata,  “Kalau kamu hanya membuatku malu, kenapa kamu tidak mati saja?!!!”  Ibuku hanya diam seribu kata !!! Aku bahkan tidak mau berpikir kedua kali atas apa yang telah ku ucapkan, karena aku sangat marah kepadanya. Aku melupakan perasaannya dan aku segera keluar dari rumah. Aku belajar sangat...

ANTARA WAKTU, KATA HATI DAN PILIHAN

Catatan ini ditulis atas nama  Banyu Biru Sarwani pada 7 Februari 2015 pukul 08.45   Seringkali seseorang mengeluh: "Aku telah salah memilih. Aku harus ganti pilihanku. Biar suksesku telat, yang penting sesuai dengan pilihanku ; sesuai dengan hati nuraniku". Dan sebagainya. Dari keluhan-keluhan tersebut, ada pertanyaan yang menghantui pikiranku. Dikatakan dan dipercaya bahwa kata hati tak pernah bohong (walau hati=qolbu=yang berarti bolak-balik). Ketika seseorang telah menentukan suatu pilihan, tentu sudah melalui pemikiran yang matang. Penyaringan ketetapan hati yang mantab. Tapi kenapa hati bisa salah pilih? Sementara itu, waktu ibarat mata tombak yang terus melesat menuju masa depan. Sampai saat ini istilah time tunnel atau terowongan waktu hanya ada dalam film. Waktu tak akan dapat diputar ulang atau dimajukan. Waktu akan berjalan tetap pada garis edarnya. 24 jam dalam sehari. Dia takkan berhenti berputar hanya untuk menunggu orang yang malas. Kalau kita mem...

KHUTBAH JUM'AT

  MELATIH DIRI UNTUK RENDAH HATI   اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِأَدَاءِ الشَّرَائِعِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللهُ السَّمِيْعُ الْبَدِيْعُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّمِعُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt Di hari yang istimewa ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt dengan menjalankan semua perintahNya dan meninggalkan semua laranganNya. Karena, orang yang paling muli...

KULTUM RAMADAN

    MENCAPAI PREDIKAT TAQWA   Ramadan adalah bulan yang mulia, yang datangnya selalu ditunggu oleh umat Islam. Hal tersebut karena keistimewaan bulan Ramadan tidak terdapat pada bulan-bulan lainnya. Salah satu keistimewaannya adalah diturunkannya rahmat dan ampunan bagi siapa pun yang mengharapkan magfirah dari Allah SWT. Bagi umat Islam, datangnya bulan suci Ramadan ini tidak boleh disia-siakan. Ramadan adalah kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah, sebab dijanjikan pahala dari tiap ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan. Bahkan, jika seluruh rangkaian ibadah di bulan suci Ramadan dilakukan dengan benar, Allah menjanjikan setiap muslim akan terlepas dari dosa-dosanya yang pernah dilakukan, sehingga ia kembali pada fitrahnya yang putih bersih. Hal ini pernah diungkapkan Rasullah SAW. Beliau bersabda: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan keimanan...