KULTUM RAMADAN

 

  MENCAPAI PREDIKAT TAQWA

 

Ramadan adalah bulan yang mulia, yang datangnya selalu ditunggu oleh umat Islam. Hal tersebut karena keistimewaan bulan Ramadan tidak terdapat pada bulan-bulan lainnya. Salah satu keistimewaannya adalah diturunkannya rahmat dan ampunan bagi siapa pun yang mengharapkan magfirah dari Allah SWT.

Bagi umat Islam, datangnya bulan suci Ramadan ini tidak boleh disia-siakan. Ramadan adalah kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah, sebab dijanjikan pahala dari tiap ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan.

Bahkan, jika seluruh rangkaian ibadah di bulan suci Ramadan dilakukan dengan benar, Allah menjanjikan setiap muslim akan terlepas dari dosa-dosanya yang pernah dilakukan, sehingga ia kembali pada fitrahnya yang putih bersih.

Hal ini pernah diungkapkan Rasullah SAW. Beliau bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". (HR. Bukhari, 37. Muslim, 1266).

Oleh sebab itu, siapa saja yang hendak bersungguh-sungguh mendapatkan pahala dan diampuni dosanya, hendaknya ia mencari hikmah yang paling besar di balik bulan suci Ramadan.

Selain itu, juga sekaligus melakukan intropeksi terhadap ibadah yang telah kita lakukan kemarin. Bagaimanakah puasa kita? Bagaimana sholat kita?

Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga. Namun lebih dari itu. Puasa juga harus mampu menahan semua nafsu duniawi baik yang muncul dalam hati lalu menuju lisan, maupun melalui tindakan seperti nafsu untuk makan, amarah, ghibah, usil terhadap teman dll.

Sementara sholat bukan sekedar menyelesaikan ritual yang menjadi rutinitas kewajiban kita, namun sholat harus mampu menjadi bagian dari kebutuhan kita. Sholat harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara manusia sebagai makhluq, dengan Allah sebagai Sang Kholiq.

Pendek kata, semua ibadah yang kita lakukan, hanya untuk mencari keridloan Allah. Bukan karena ingin dipuja orang lain, atau karena sebab yang lainnya. Semua semua dilakukan untuk mencapai perdikat taqwa.

Dalam surat al-Baqarah ayat ke 183, Allah dengan tegas menyatakan, bahwa inti dari puasa Ramadan adalah untuk membentuk umat nabi Muhammad menjadi umat yang paripurna, yaitu umat yang mempunyai predikat taqwa. Sedangkan taqwa dapat kita lihat ciri-cirinya dalam surat al Baqoroh ayat 3.

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ


Jika seseorang sudah mendapat predikat takwa, maka ia akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta kenikmatan surga sebagaimana yang telah Allah janjikan di dalam salah satu firmanNya:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ


"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam surga dan kenikmatan". (QS. al-Thur, 52:17).

Begitu banyaknya kebaikan yang ada dalam bulan Ramadan, termasuk turunnya Alquran di bulan ini, maka umat muslim harus mengisinya dengan kegiatan-kegiatan positif yang bertujuan ibadah.

Demikianlah kuliah singkat ini mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua. Bila ada kebenaran dari apa yang penulis sebutkan, itu semata mata dari Allah. dan bila ada yang salah, tentu itu mutlak kesalahan penulis.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERSIAPAN ROHANI MENYAMBUT RAMADHAN 1442H

KHUTBAH JUM'AT

KHUTBAH JUM'AT